APLIKASI BIOTEKNOLOGI DALAM BIDANG KEDOKTERAN

APLIKASI BIOTEKNOLOGI DALAM BIDANG KEDOKTERAN

Artikel bioteknologi ini akan menjelaskan penerapan bioteknologi di bidang kedokteran dan farmasi & manfaat bioteknologi dalam bidang kesehatan dan kedokteran.


Aplikasi Bioteknologi Dalam Bidang Kedokteran

Bagaimana aplikasi bioteknologi di bidang kedokteran ?


Aplikasi bioteknologi di bidang kedokteran saat ini sudah berkembang pesat, seiring dengan kemajuan teknologi dan sistem informasi. Berikut ini adalah beberapa hasil perkembangan bioteknologi di bidang kedokteran / penerapan bioteknologi di bidang kedokteran :


Vaksin

Vaksin adalah antigen yang bisa memicu pembentukan sistem kekebalan pada tubuh. Vaksin dibuat melalui metode DNA rekombinan dengan mengisolasi antigen dari suatu mikrobia. Mikrobia ini nantinya akan menghasilkan antigen murni. Apabila antigen ini disuntik ke tubuh manusia, maka tubuh kita akan melawan antigen tersebut dengan membentuk sistem antibodi.

Selain digunakan untuk keperluan kesehatan manusia, bioteknologi juga dimanfaatkan untuk membuat vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit flu burung (Bird CLOSE 5.1.). Vaksin fiu burung ini dibuat dari hasil rekayasa genetikan dengan mengkombinasikan antara virus H5N1 dengan virus influenza Puerto Rico.


Antibiotik

Antibiotik adalah senyawa yang bisa menghambat pertumbuhan suatu mikroorganisme lain. Senyawa ini juga dihasilkan oleh mikroorganisme. Contoh mikroorganisme penghasil antibiotik yaitu :

  • Jamur Cephalosporium sp. yaitu merupakan penghasil antibiotik sefalosporin yang berguna untuk membunuh bakteri yang resisten terhadap obat antibiotik penisilin.
  • Jamur Peniciliium chrysogenum dan Penicillium notatum sebagai penghasil antibiotik penisilin yang berguna untuk melawan infeksi yang biasanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.
  • Bakteri Streptomyces griseus, merupakan penghasil antibiotik streptomisin yang bertujuan untuk membunuh bakteri yang resisten terhadap antibiotik sefalosporin dan penisilin.

Insulin

Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh kalenjar pankreas. Fungsi hormon insulin adalah untuk mengatur kadar gula dalam darah. Jika kita kekurangan hormon insulin maka kita akan terkena penyakit diabetes melitus. Penyakit tersebut bisa diatas dengan menyuntikkan hormon insulin ke dalam tubuh.

Dengan teknik rekayasa genetika kita bisa membuat insulin dalam jumlah yang banyak. Caranya yaitu dengan mencangkokkan gen insulin ke plasmid bakteri. Bakteri ini nantinya akan berkembang sekaligus memproduksi insulin.


Interferon

Interferon adalah sel-sel tubuh yang bisa membentuk senyawa kimia yang dapat membunuh virus. Fungsi interferon adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Saat ini interferon sudah banyak diproduksi melalui teknik rekayasa genetika.


Penghilang Bekas Luka

Teknik rekayasa genetika juga dapat digunakan untuk mencegah timbulnya bekas luka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Paul Martin di Universitas Bristol telah ditemukan bahwa gen osteopontin (OPN) merupakan gen yang memacu terjadinya bekas luka di kulit. Dengan menekan aktivitas gen OPN tersebut, maka proses penyembuhan tersebut bisa dipercepat dan tidak menimbulkan bekas luka.


Antibodi Monoklonal

Pembuatan antibodi monoklonal pada dasarnya mengacu pada prinsio fusi protoplasma. Dengan fusi protoplasma ini kita bisa membuat suatu sel yang dapat menghasilkan antibodi. Dan hebatnya lagi, sel ini akan berkembang biak secara terus menerus layaknya sel kanker. Sel-sel inilah yang nantinya akan menjadi penghasil antibodi monoklonal.


Itulah beberapa contoh aplikasi bioteknologi dalam bidang kesehatan dan kedokteran. Semoga bermanfaat. Baca juga dampak positif dan negatif bioteknologi di berbagai bidang 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *